LUWUK SELATAN – Inovasi daerah tidak hanya dinilai dari kecanggihan aplikasinya, melainkan dari konsistensi pelaksanaan dan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat. Hal inilah yang terus dibuktikan oleh Pemerintah Kecamatan Luwuk Selatan melalui gerakan inovasi "Kamis Berlianku" (Kamis Bersih Lingkungan Aman dan Nyaman).
Gerakan gotong royong yang dilaksanakan secara serentak setiap hari Kamis di seluruh kelurahan dan desa se-Kecamatan Luwuk Selatan ini, kini telah berkembang menjadi sebuah sistem pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi publik yang terstruktur dan akuntabel.
Camat Luwuk Selatan menjelaskan bahwa inovasi "Kamis Berlianku" awalnya diinisiasi untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sekaligus menyelesaikan permasalahan sampah lokal. Namun, memasuki tahun berjalan ini, program tersebut telah dioptimalkan secara digital dan terintegrasi dengan program prioritas penanganan isu strategis daerah.
"Melalui inovasi ini, kita tidak lagi sekadar membersihkan rumput atau menyapu jalan secara seremonial. Setiap kegiatan kini terpantau secara berkala. Para Ketua RT dan RW melapor langsung menggunakan instrumen monitoring mingguan, sehingga volume sampah yang terangkut, panjang drainase yang dinormalisasi, hingga jumlah warga yang terlibat dapat terdata secara presisi (data-driven)," ujar Camat.
Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, inovasi "Kamis Berlianku" telah memperluas cakupan penerima manfaat secara signifikan di wilayah Luwuk Selatan. Lebih dari 1.800 Rumah Tangga merasakan langsung dampak peningkatan sanitasi berupa lingkungan yang lebih asri dan penurunan titik banjir lokal akibat sumbatan drainase.
Tidak hanya berfokus pada estetika wilayah, inovasi ini juga membawa dampak positif bagi sektor kesehatan dan ekonomi masyarakat:
- Intervensi Spesifik Stunting: Fokus pembersihan diarahkan secara berkala pada lingkungan sekitar tempat tinggal keluarga berisiko stunting. Lingkungan yang higienis terbukti efektif menekan angka penyakit infeksi pada balita yang menjadi pemicu kegagalan pertumbuhan.
- Dukungan Ekonomi UMKM Lokal: Koridor jalan utama dan area sekitar lapak pedagang kaki lima atau ruko yang menjadi sasaran kebersihan membuat kawasan usaha menjadi lebih representatif, nyaman, dan higienis, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik pembeli.
- Ekonomi Sirkular: Sebagian kelurahan di Luwuk Selatan bahkan telah mengintegrasikan kegiatan ini dengan Bank Sampah Unit, di mana sampah anorganik bernilai ekonomis yang dikumpulkan warga dapat dipilah dan dikonversi menjadi tabungan.
Keberhasilan manajemen inovasi "Kamis Berlianku" yang didukung oleh legalitas Surat Keputusan (SK) Tim Pengelola ini, juga diproyeksikan untuk memenuhi standar kematangan Innovative Government Award (IGA). Dengan dokumentasi yang tertib, pemetaan data penerima manfaat yang jelas, serta dukungan penuh dari unsur pimpinan kecamatan hingga pendamping desa, "Kamis Berlianku" siap menjadi role model inovasi kewilayahan di Kabupaten Banggai.
"Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh Lurah, Kepala Desa, perangkat RT/RW, Karang Taruna, dan khususnya masyarakat Luwuk Selatan yang terus konsisten bergerak setiap hari Kamis. Lingkungan yang bersih adalah cermin dari pelayanan pemerintahan yang sehat," tutup Camat.
(Admin/Humas Kecamatan Luwuk Selatan)



